Selasa, 23 Maret 2021

SISTEM DAN SUBSISTEM REKAM MEDIS

 

MAKALAH MANAJEMEN REKAM MEDIS

“SISTEM DAN SUBSISTEM REKAM MEDIS”

DOSEN PENGAJAR :Fita Rusdian Ikawati,  SE, MM


 

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 3 – MATERI 9

Ani Wijaya                  (205083)

Noor Alfi Laylin                     (205101)

Aprilia Dwi A             (205086)

Putri Adizia Pramudita           (205104)

Elsa Qurrotul               (205089)

Rika Widya Saputri                (205107)

Farrah Choirinisa         (205092)

Salsa Bila Dwi P                     (205110)

Lientin Metha B          (205095)

Wahyuning Qanita A              (205113)

Muhammad Qitmir     (205098)

Ridha Fiky Amalia                  (205116)

PROGRAM STUDI D3 REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN

INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN

RS dr. SOEPRAOEN

MALANG

2021


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt. karena atas berkah, rahmat, dan hidayah-Nya sehingga makalah ini dapat selesai sebagaimana yang kami harapkan. Tugas makalah dengan judul “Sistem Rekam Medis dan Subtema Rekm Medis” ini ialah suatu karya tulis yang terbentuk dari hasil kerja kami, dimana tugas ini merupakan tugas dari aspek  penilaian mata kuliah Biostatistik.

Kemudian dengan selesainya makalah ini, kami menghaturkan rasa terimakasih kepada Ibu Dosen Manajemen Rekam  Medis yakni Ibu Fita Rusdian Ikawati,  SE, MM yang telah membimbing kami dalam mengajarkan langkah-langkah pembuatan makalah. Sehingga makalah ini dapat tersusun meski banyak kekurangan didalamnya. Harapan penulis semoga makalah yang telah kami susun ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Penulis menyadari akan keterbatasan dan kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Oleh karena itu, penulis memohon maaf sebesar-besarnya dan mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan makalah ini.  Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak terutama bagi penulis sendiri.

 

 

 

 

 

Malang, 20 Maret 2021          

                       

Penyusun                                

 

 

 

DAFTAR ISI

 

 

 

KATA PENGANTAR............................................................................................................ i

DAFTAR ISI.......................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG............................................................................................... 1

1.2  RUMUSAN MASALAH........................................................................................... 1

1.3  TUJUAN PEMBAHASAN........................................................................................ 1

BAB II PEMBAHASAN

2.1  REGISTRASI............................................................................................................. 2

2.2  NUMBERING............................................................................................................ 19

2.3  PENAMAAN PASIEN.............................................................................................. 21

2.4  MASTER INDEX PATIENT..................................................................................... 24

BAB III PENUTUP

3.1  KESIMPULAN.......................................................................................................... 28

3.2  SARAN....................................................................................................................... 28

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................. 29


 


BAB I

PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG

            Adanya rekam medis sangat penting demi kesinambungan informasi pelayanan kesehatan seorang pasien. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 269/Menkes/Per/III/2008, rekam medis adalah  berkas atau dokumen yang berisikan catatan tentang identitas pasien,  pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang diberikan kepada pasien pada saat pelayanan kesehatan. Maka diadakanlah  pendidikan perekam medis untuk dapat mengolah data atau dokumen  pasien. Namun, apabila mahasiswa calon perekam medis hanya mendapatkan teori saja di kampus, maka semua itu akan sia-sia karena mereka tidak bisa mendapatkan gambaran secara langsung mengenai kegiatan di unit rekam medis pada sebuah rumah sakit, oleh karena itu mahasiswa wajib mengikuti program kunjungan lapangan.

1.2 RUMUSAN MASALAH
a. Bagaimana pengelolaan rekam medis dan informasi kesehatan di Rumah Sakit ditinjau dari sitem Rekam Medis?


1.3 TUJUAN DAN MANFAAT
Tujuan  dan manfaat dari pembuatan makalah ini adalah :
     1. Membantu mahasiswa lebih mengetahui mendalam tentang rekam medis di dalam rumah sakit.
     2. Memahami pola pikir yang baik untuk menentukan langkah-langkah yang akan dilakukan siswa rekam medis

     3. memahami perbedaan dan menambah pengetahuan tentang apa sistem rekam medis dan subsistem rekam medis.

 


 

BAB II

ISI

2.1       REGISTRASI

Registrasi yaitu suatu pengumpulan data identifikasi seorang pasien berisi tentang administrasi yang ada dalam reka medis. Dilakukannya registrasi bertujuan untuk memeudahkan seorang perekam medis untuk melakukan pengolahan data dalam menghitung jumlahnya pasien, jenis pasien , serta memudahkan dalam sistem pembayaran. Registrasi dapat dilakukan dengan menggunakan dua acara yaitu dengan cara manual dan elektronik.

Registrasi yang dilakukan dengan menggunakan cara manual yaitu dengan menggunakan buku register, dan sedangkan registrasi yang dilakukan dengan elektronik yaitu registrasi dengan memasukkan data data pasien ke dalam software registrasi. Dengan begitu regisrasi elektronik dapat memberikan kemudahan untuk penyajian dan pengolahan data pasien.

TOPIK 1

REGISTRASI PENDAFTARAN DAN PELAYANAN PASIEN RAWAT JALAN / GAWAT DARURAT

A.    REGISTRASI PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN

Seperti penjelasan sebelumnya registrasi pasien dapat dilakukan dengan cara manual maupun dengan cara elektronik, dalam registrasi pasien rawat jalan juga dapat dilakukan dengan dua acara tersebut. Jika registrasi dilakukan secara manual maka seorang perekam medis harus melakukan regsitrasi dengan menggunakan buku untuk menyimpan semua data pasien, buku tersebut disebut dengan buku register.

Buku register yaitu buku yang berisikan tentang catatan nama dan identitas pasien yang di susun dengan sistematik dan urut berdasarkan abjad. Buku register digunakan untuk meregistrasi seorang pasien yang melakukan pendaftaran pada tempat pendaftaran , baik itu pasien baru ataupun pasien lama. Tujuan dilakukannya registrasi pendaftaran yaitu untuk memperoleh informasi mengenai pasien dan juga sebagai acuan untuk langkah pelaksanaan penerimaan pasien tersebut  merupakan pasien baru atau pasien lama.

 

 

 

1.      Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam registrasi pendaftaran pasien :

a.       Pasien yang baru datang di Rumah Sakit/ Klinik/ tempat pelayanan Kesehatan lainnya disebut sebagi pasien baru. Namun, sebagai tenaga Kesehatan kita harus menanyakan terlebih dahulu untuk memeastikan kebenaran pasien tersebut termasuk dalam pasien lama atau pasien baru. Maka dari petugas juga harus mengecek terlebih dahulu dalam file Rekam Medis untuk menghindari terjadinya kesalahan yaitu Rekam Medis ganda pada pasien tersebut.

b.      Apabila pasien merupakan pasien baru, maka informasi tentang identitas pasien akan dituliskan pada lembaar pertama Rekam Medis baru. Berdsasarkan IFHIMA (2012) pasien yang sudah teregistrasi sebagai pasien baru akan diberi nomor urut di lembar registrasi pasien masuk yang memuat data nomor registrasi, nomor Rekam Medis, nama pasien, tanggal, dokter/klinik yang dituju, dan sedangkan untuk kepentingan unit keuangan ditambahkan pada saat melakukan proses pembayaran/administrasi.

c.       Apabila pasien merupakan pasien lama, maka identitas pasien tersebut akan langsung diperiksa melalui Kartu Indeks Utama Pasien (KIUP) yang telah ada, dan apabila terdapat data yang diubah maka perubahan tersebut dimutakhirkan di KIUP, berlaku untuk registrasi manual. Akan tetapi apabila sudah melakukan registrasi secara elektronik, maka KIUP tidak dapat diubah secara otomatis sebab sudah masuk ke dalam Daftar Indeks Utama Pasien (DIUP).

 

 

 

 

 

 

 

 

 


1.      Tabel Registrasi Pasien Rawat Jalan

BUKU REGISTRASI PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN

 

 

Tgl/Bln

 

No.RM

 

Nama

 

Alamat

 

Pekerjaan

 

Agama

 

Pendidikan

 

Umur

 

Pengunjung

CaraPembayaran

 

 

Keterangan

Membayar

Asuransi

Keringanan

Gratis

L

P

Baru

Ulang

JKN

Asuransi

lain

Kontrak

Lainnya

Relasi

Tidak

Mampu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


2.      Cara Mengisi Tabel Register Pendaftaran Pasien Rawat Jalan

BerikutcarapengisianTabelRegisterPasienRawatJalan

a.             No.Urut:diisidengannomorurutanpendaftaranpasienyangpertamamendaftarsampaiakhirpelayananpadaharitersebut.

b.             Tgl/Bulan:diisidengantanggaldanbulanpasientersebutmendaftaruntukmendapatkanpelayananrawat jalan.

c.              No.RM:diisidengannomorrekammedispasien.

d.             Nama: diisi dengan nama lengkap pasien sesuai dengan KTP/ identitas lainnya denganmenggunakansistempenamaansesuaikebijakanRS

e.             Alamat:diisi dengan alamat lengkap pasien sesuai dengan alamat saat ini yang terdiridarinamajalan,nomorrumah,RT/RW,Kelurahan,Kecamatan,Wilayah,Propinsi.AlamatbisatidaksesuaidenganyangadadiKTP/identitaslainnya.

f.               Pekerjaan:diisidenganpekerjaanpasienantaralainKaryawanSwasta,PNS,IbuRumahTangga,Pelajar,Mahasiswa

g.             Agama:diisidenganagamayangdianutpasienantaralainislam,kristen,katolik,

budha,hindu.

h.             Pendidikan: diisi dengan pendidikan terakhir pasien antara lain SD, SMP, SMA, D1, D2,D3,D4,S1,S2,S3.

i.               Umur:Umur (L), diisi dengan umur pasien yang sesuai dengan tanggal lahir, bulan dantahun pasien dengan jenis kelamin laki-laki. Umur (P), diisi dengan umur pasien yangsesuaidengan tanggallahir,bulandantahunpasiendenganjeniskelaminperempuan.

j.               JenisPengunjungterdiridari:

1)             Baru:Diberitanda“v”bilapasienadalahpengunjungbaru.

2)             Lama:Diberitanda“v”bilapasienadalah pengunjunglama.

k.              CaraPembayaran,diisidengan:

1)             BilapasienMembayarsendiri/cash.

2)             BilapasienmenggunakanBPJS.

3)             Asuransilain(dapatdirincisesuaidenganasuransilain yangbekerjasamadenganrumahsakit).

4)             Kontrak(perusahaanyangbekerjasamadenganrumahsakit).

5)             Lainnya(biladiperlukan).

6)             Keringanan(bilapasienmembayarsendiridenganmendapatpotonganbiaya).

7)             Gratisterdiridari:

(a)          Relasi: bilapasienmerupakanrelasidaripimpinanrumahsakit.

(b)          Tidakmampu:bilapasientidakmampuyangmenggunakanKartuJakartaSehat/Kartulainnyayangsejenis.

l.              Keterangan:diisidenganhal-halyangdianggappentingyangbelumadapadakolomsebelumnya.

B.       REGISTRASI PELAYANAN PASIEN RAWAT JALAN

Penyediaan pelayanan yang paling sesuai di suatu rumah sakit untuk mendukung dan merespon terhadap kebutuhan pasien Proses pelayanan pasien bersifat dinamis dan melibatkan banyak praktisi pelayanan kesehatan dan dapat melibatkan berbagai unit kerja yang berlainan.

Tujuanregistrasipelayananrawatjalanyaitu untuk memperoleh informasi mengenai identitas pasien, cara kunjungan, asal pasien,keadaan pasien, cara pembayaran dari setiap pasien rawat jalan yang dilayani, di unit pelayanan Kesehatan.

1.      KegunaanRegistrasiPelayananPasien Rawat Jalan

a.UntukmengetahuibebankerjaUnitRawatJalanmasing-masingUPFtermasukUnitGawat Darurat.

b.      Untukmengetahuikunjunganbarudanjumlahkunjunganmasing-masingpoliklinik,sertamenjadidasarpembuatanlaporankegiatanUnitRawatJalan.

c.Untukmengetahuicarapembayaranpasienrawatjalandansebagaidasar

pembuatanlaporantentangtingkatpemanfaatanrumahsakitolehmasyarakat.

d.      SebagaiarsipUnitRawatJalan/poliklinikyangharusselaludisimpandisetiapUnitRawat Jalan/poliklinik.

 


2.      Table Register PelayananPasien Rawat Jalan

Register PelayananPasien Rawat Jalan


3.      Cara Pengisian Tabel Register Pelayanan Pasien Rawat Jalan

BerikutcarapengisianTabelRegisterPelayananPasienRawatJalan:

a.             Kolom1;NoUrut,diisidengan nomor urutan pendaftaran pasien yang pertamamendaftarpadaharitersebutsampaiakhirpelayananpadaharitersebut

b.             Kolom2;Tgl/Bulan,diisidengantanggaldanbulanpasientersebutmendaftaruntukmendapatkanpelayanankesehatan

c.              Kolom3; NomorRekamMedis,diisidengannomorrekammedispasientersebut

d.             Kolom4;Nama,diisidengannamalengkappasiensesuaidenganKTP/identitaslainnyadenganmenggunakansistempenamaansesuaikebijakanRS

e.             Kolom5;  AlamatLengkap,diisidenganAlamatlengkappasiensesuaidenganalamatsaatiniyangterdiridarinamajalan,nomorrumah,RT/RW,Kelurahan,

Kecamatan,Wilayah,Propinsi.BisatidaksesuaidenganKTP/ identitaslainnya

f.               Kolom umurterdiri dari:

1)             Kolom 6; Umur (L), diisidengan Umur pasien yangsesuai dengan Tanggallahir,bulandantahunpasien dilahirkandenganjeniskelaminlaki-laki

2)             Kolom 7; Umur (P),diisidengan Umur pasien yang sesuai dengan Tanggallahir,bulandantahunpasiendilahirkandenganjeniskelaminperempuan

g.             Kolom8;Pekerjaan,diisidenganpekerjaanpasien antaralainKaryawanSwasta,

PNS,IbuRumahTangga,Pelajar,Mahasiswa

h.             KolomCarakunjunganke rumahsakit, dapat diisidengan memilih bagaimanapasiendatangkeRS antaralain:

1)            Kolom 9;datangsendiri,

2)            Kolom10;Dikirimolehdokter/dokterspesialis,

3)            Kolom11;

4)            Kolom12;RujukanPuskesmas,

5)            Kolom13;RujukanRSkonsulrawatjalan,

6)             Kolom14;Lain-laindiisidenganhal-halyangdianggappentingyangbelumadapadakolomsebelumnya.

i.               KolomJenisKunjunganterdiridari:

1)            Kolom15;, DiberitAnda(√)Bilapasienadalahkunjunganbaru

2)            Kolom16;DiberitAnda(√)BilapasienadalahKunjunganlama

j.               KolomTindaklanjutPelayanandiisidengantindaklanjutsesudahpasiendilayani,terdiridari:

1)            Kolom17;DiberitAnda(√)Bilapasiendirawat,

2)            Kolom18;DiberitAnda(√)Biladirujuk

3)            Kolom19;DiberitAnda(√)Bila;pulang

k.              Kolom 20; Bila pasienmeninggalSebelum dirawat, diisi dengan Diberi tAnda (√)bilaterjadi,bilatidak(-)

l.               Kolom21;bilapasiensaatDatangSudahMeninggal,diisidenganDiberitAnda(√)

bilaterjadi,bilatidak (-)

m.           Kolom22;Diagnosa,diisidengan diagnosayangdiberikan dokter untuk kasuspasientersebut

n.             PadakolomKasus, diisidenganDiberitAnda(√):

1)             Kolom24;Kasuspasienbaru(belumpernahberobatdikliniktersebut)atau

2)            Kolom25;kasuslama.

o.             Kolom26;PenyebabLuar/Kecelakaan,diisidenganpenyebabluarsesuaiaturanICD-10

p.             Kolom27;Morfologi,Neoplasm,diisidenganpenyebab luarsesuaiaturan ICD-

10

q.             Kolom28;TerapiObat,Oral,Perianal,diisisesuaidengancatatanrekammedispasien padasaat itu

r.              CaraPembayaranterdiridari:

1)            Kolom29;bilapasienMembayarsendiri/cash

2)            Kolom30:BPJS,

3)             Kolom31;Asuransilain(dapatdirincisesuaidenganasuransilainyangbekerjasamadenganRS),

4)            Kolom32;kontrak(perusahaanyangbekerjasamadenganRS),

5)            Kolom33;lainnya (bila diperlukan)

6)             Kolom34;keringananbilapasienmembayarsendiridenganmendapatpotonganbiaya

7)            KolompembayaranGratisterdiridari:

-           Kolom35;Relasi;bilapasienmerupakanrelasidaripimpinanrumahsakit

-           Kolom   36;    Tidak    mampu;    bila    pasien     tidak    mampu              yangmenggunakanKartuJakartaSehat/Kartulainnyayangsejenis

 

TOPIK 2

REGISTRASI PENDAFTARAN DAN PELAYANAN PASIEN RAWAT INAP

A.    REGISTRASI PENDAFTARAN PASIEN RAWAT INAP

Registrasi pendaftaran pasien bertujuan untuk memperoleh informasi semua pasien yang dirawat (masuk, pindah ruang rawat dan keluar rumah sakit) sehingga informasi dari pasien yang bersangkutan dapat bermanfaat untuk rumah sakit maupun pasien.

1.      Kegunaan Registrasi Pendaftaran Rawat Inap

a.       Merupakan catatan yang digunakan untuk memonitor keadaan pasien masuk setiap hari ke Ruang Rawat inap, Pindahan Intern Rumah Sakit sampai pasien tersebut keluar rumah sakit yang dirincikan jenis pelayanan yang ada.

b.      Mengetahui tempat tidur yang belum terisi pada masing-masing ruang rawat inap agar memudahkan penempatan pasien yang akan masuk rumah sakit.

c.       Mengetahui ruangan tempat seorang pasien dirawat, serta untuk mengetahui apakah seorang pasien masih dirawat atau sudah pulang.

d.      Merupakan data dasar dari jumlah pasien yang ada diruang rawat inap yang perlu dicatat dan dilaporkan setiap hari ke Unit Rekam Medis.

e.       Merupakan catatan yang selalu berada ditempat penerimaan pasien rawat inap dan dipakai selama 24 jam.


2.      Tabel Register Pendaftaran Pasien Rawat Inap

Registrasi Pendaftaran Pasien Rawat Inap


3.      Cara Pengisian Tabel Register Pendaftaran Rawat Inap

Berikut cara pengisian tabel register pendaftaran rawat inap :

Berikutcarapengisiantabelregisterpendaftaranrawatinap:

a.             Kolom 1: Tgl/ Bulan, diisi dengan tanggal dan bulan pasien tersebut mendaftaruntukmendapatkanpelayananrawat inap

b.             Kolom 2: No Urut, diisi dengan nomor urutan pendaftaran pasien rawat yangpertamamendaftarpadaharitersebutsampaiakhirpelayananpadaharitersebut

c.              Kolom3;NomorRekamMedis,diisidengannomorrekammedispasientersebut

d.             Kolom 4; Nama, diisi dengan nama lengkap pasien sesuai dengan KTP/ identitaslainnyadenganmenggunakansistempenamaansesuaikebijakanRS

e.             Kolom 5;Alamat Lengkap, diisi dengan Alamat lengkap pasien sesuai denganalamat saat ini yang terdiri dari nama jalan, nomor rumah, RT/RW, Kelurahan,Kecamatan, Wilayah, Propinsi . Alamat bisa tidak sesuai dengan yang ada di KTP/identitaslainnya

f.               Kolom umurterdiri dari:

1)            Kolom 6; Umur (L) , diisi dengan Umur pasien yang sesuai dengan Tanggallahir,bulandantahunpasien dilahirkandenganjeniskelaminlaki-laki

2)            Kolom7;Umur(P),diisidenganUmurpasienyangsesuaidenganTanggal

lahir,bulandantahunpasiendilahirkandenganjeniskelaminpermpuan

g.             Kolom Cara penerimaan pasien, diisi dengan cara pasien masuk ke rawat inap(denganmemberitAnda√padakolomyangsesuaipasien):

1)            Kolom8;bilapasienmasuk dariInstalasiGawatDarurat

2)            Kolom9;bilamasukdariUnitRawatJalan/poliklinik

3)            Kolom10;bilamasukdariTP2RI

h.             KolomAsalPasien,diisidengandiisidengan:

1)            Kolom11;bilapasiendatangsendiri

2)            Kolom12;bilapasiendatangdenganmembawarujukandaripukesmas

3)            Kolom 13;bilapasiendatangdenganmembawarujukandaridrSpesialis

4)            Kolom14;diisibilapasiendatangdenganmembawarujukandariRSlain

5)            Kolom15;diisirujukanlainnyayangtidaktercantumdalamkolomyangtersedia

i.               Kolom16;NamaRuangRawat,diisidengan namaruangperawatanpasien

j.               Kolom17;KelasPerawatan,diisidengan kelasperawatan yangdipakaipasien

k.              KolomPindahinternRSdari,diisidenganmenuliskan:

1)            Kolom18;diisinamaruangrawatinapsebelumnya

2)            Kolom19;diisikelasperawatanpasiensebelumnya

3)            Kolom20; diisidengantanggalpindahpasien

l.               KolomDipindahkaninternRSke,diisidenganmenuliskan:

1)            Kolom 21;diisinamaruangrawatinapyangbaru

2)            Kolom22;diisikelasperawatanpasiendiruangyangbaru

3)            Kolom23;diisidengantanggalpindahkeruangyangbaru

m.           Kolom24;TanggaldanJamkeluar(H+M),diisidenganmenulistanggaldan jamkeluarpasienbaikhidupmaupunmeninggal

n.             CaraPembayaran,diisidengan:

1)            Kolom25;bilapasienMembayarsendiri/cash

2)            Kolom26;BPJS,

3)            Kolom27;Asuransilain(dapat dirincisesuaidengan asuransilain yangbekerjasamadenganRS),

4)            Kolom28:kontrak(perusahaanyangbekerjasamadenganRS),

5)            Kolom29:lainnya (bila diperlukan)

6)            Kolom30;keringananbilapasienmembayarsendiridenganmendapatpotonganbiaya

7)            KolompembayaranGratisterdiridari:

§    Kolom31;Relasi;bilapasienmerupakanrelasidaripimpinanrumahsakit.

§    Kolom   32;    Tidak    mampu;    bila    pasien     tidak    mampu    yang

menggunakanKartuJakartaSehat/Kartulainnya yangsejenis.

 

B.       REGISTRASI PELAYANAN PASIEN RAWAT INAP

Registrasipelayananpasienrawatinapbertujuanuntukmendapatkansebuahinformasisemuapasienyangmasukdankeluarruangrawatinap,agarmudahdilihat dandapat digunakanpadasetiapsaatdiperlukan.

 

1.             Kegunaanregistrasipelayananrawatinapyaitu :

a.       Sebagai informasi tentang jumlah pasien yang masuk dan keluar setiap hari.

b.      Sebagai informasi untuk mengetahui beban ruang rawatinap.

c.       Sebagai arsip ruang rawat inap yang harus selalu disimpan pada ruang rawat nginap     bersangkutan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


2.             Table Register PekayatanPasien Rawat Inap

RegistrasiPelayananPasienRawatInap



3.             CaraPengisianTabelRegisterPelayananRawatInap

Berikutcarapengisiantabelregisterpendaftaranrawatjalan:

a.             Kolom 1: Tgl/ Bulan, diisi dengan tanggal dan bulan pasien tersebut mendaftaruntukmendapatkanpelayananrawat inap

b.             Kolom 2: No Urut, diisi dengan nomor urutan pendaftaran pasien rawat yangpertamamendaftarpadaharitersebutsampaiakhirpelayananpadaharitersebut

c.              Kolom3;NomorRekam Medis,diisidengannomorrekammedispasientersebut

d.             Kolom 4; Nama, diisi dengan nama lengkap pasien sesuai dengan KTP/ identitaslainnyadenganmenggunakansistempenamaansesuaikebijakanRS

e.             Kolom 5;Alamat Lengkap, diisi dengan Alamat lengkap pasien sesuai denganalamat saat ini yang terdiri dari nama jalan, nomor rumah, RT/RW, Kelurahan,Kecamatan, Wilayah, Propinsi . Alamat bisa tidak sesuai dengan yang ada di KTP/identitaslainnya

f.               Kolom umurterdiri dari:

1)            Kolom 6; Umur (L) , diisi dengan Umur pasien yang sesuai dengan Tanggallahir,bulandantahunpasien dilahirkandenganjeniskelaminlaki-laki

2)            Kolom7;Umur(P),diisidenganUmurpasienyangsesuaidenganTanggal

lahir,bulandantahunpasiendilahirkandenganjeniskelaminpermpuan

g.             Kolom8;Kelas Perawatan,diisidengan kelasperawatanyangdipakaipasien

h.             Kolom CaraPasienMasukRS,diisidengan carapasien masuk ke rawat inap(denganmemberitAnda√padakolomyangsesuaipasien):

1)            Kolom9;bilapasienmasuk dariInstalasiGawatDarurat

2)            Kolom10;bilamasukdariUnitRawatJalan/poliklinik

3)            Kolom11;bilamasukdariTP2RI

4)            Kolom12; bilapasienlangsungrawatinap

i.               KolomPindahinternRSdari,diisidengan:

1)            Kolom13;diisinamaruangrawatinapsebelumnya

2)            Kolom14;diisikelasperawatanpasiensebelumnya

3)            Kolom15; diisidengantanggalpindahpasien

j.               KolomDipindahkaninternRSke,diisidengan:

1)            Kolom 16;diisinamaruangrawat inapyangbaru

2)            Kolom17;diisikelasperawatanpasiendiruangyangbaru

3)            Kolom18;diisidengantanggalpindahkeruangyangbaru

h.             Kolom19;TanggaldanJamkeluar(H+M),diisidengan menulistanggaldan jamkeluarpasienbaikhidupmaupunmeninggal

i.               Kolom20;Diagnosautama,diisidengandiagnosautamapasien

j.               Kolom21;Komplikasi,diisidengankomplikasilaindaripenyakitpasienbilaada

k.              Kolom22;SebabLuarkecelakaan,diisidengansebabluarkecelakaanbilaada

l.               Kolom23;Tindakan/operasi,diisidengannamatindakan/operasipasien

m.           Kolom24;TanggalTindakan/operasi,diisidengantanggaltindakan/operasipasien bilaada

n.             Kolom25;Dokteryangmerawat,diisidengannamadokter/inisialdokteryang

merawat/DPJP

n.             KolomCaraPasienKeluarRS,diisidenganpilihan ;

1)            Kolom26;bilapasienPulang

2)            Kolom27;bilapasien keRSlainyanglebihtinggi

3)            Kolom28;bilapasien PindahRS lain

4)            Kolom29;bilapasienPulangpaksa

5)            Kolom 30;Lain-lainyangdianggappentingyangbelum adapadakolomsebelumnya

o.             KolomKeadaanPasienkeluarRS,diisidenganmembericeklist(√)padakolom

keluarhidup;

1)            Kolom31;bilapasienkeluarhidupsembuh

2)            Kolom 32;bilapasienkeluarhidupbelumsembuh,KolomkeluarMati/Meninggal;

1)            Kolom33; bilapasienmeninggaldipilih<48jam

2)            Kolom34; bilapasienmeninggal>48jam

p.             CaraPembayaran,diisidengan:

1)            Kolom35;bilapasienMembayarsendiri/cash

2)            Kolom 36;BPJS,

3)            Kolom37;Asuransilain(dapat dirincisesuaidengan asuransilain yangbekerjasamadenganRS),

4)            Kolom 38:kontrak(perusahaanyangbekerjasamadenganRS),

5)            Kolom39:lainnya (biladiperlukan)

6)            Kolom40;keringananbilapasienmembayarsendiridenganmendapatpotonganbiaya

7)            KolompembayaranGratisterdiridari:

§    Kolom41;Relasi;bilapasienmerupakanrelasidaripimpinanrumahsakit

§    Kolom   42;    Tidak    mampu;    bila    pasien     tidak    mampu              yangmenggunakanKartuJakartaSehat/Kartulainnyayangsejenis.

 

 


2.2  NUMBERING

Sistim penomeran rm (numbering)

A.    Pengertian sistim penomoran Rekam medis (Numbering)

Numbering merupakan Salah satu sistem dari penyelenggaraan RM dimana semua pasien yg datang ke instansi pelayanan kesehatan diberikan suatu nomor Rekam Medis (No.RM) yg berfungsi sebagai salah satu identitas pasien.

Sistem penomoran dalam pelayanan rekam medis merupakan tata-cara penulisan nomor yang diberikan kepada pasien yang datang berobat sebagai bagian dari identitas pribadi pasien yang bersangkutan.

Ketika pasien datang berobat, petugas rekam medis harus memberikan nomor rekam medis dan mencatatnya kedalam beberapa formulir rekam medis yaitu, Kartu Identitas Berobat (KIB), Kartu Indeks Utama Pasien (KIUP), formulir data dasar pasien, formulir masuk keluar, buku register pendaftaran pasien.

B.     System pemberian nomor

a.       Pemberian nomor secara seri

Pemberian nomor cara seri dikenal dengan nama Serial Numbering System (SNS) adalah suatu sistem penomoran dimana setiap penderita yang berkunjung ke rumah sakit atau puskesmas selalu mendapat nomor yang baru. Pada sistem ini, KIB dan KIUP tidak diperlukan karena seorang pasien dapat memiliki lebih dari satu nomor rekam medis. Kelebihan dari sistim ini adalah dapat memudahkan petugas dalam pengerjaannya, sedangkan kekurangannya adalah membutuhkan waktu yang lama dalam menemukan berkas rekam medis lama.

b.      Pemberian nomor secara unit

Pemberian nomor cara unit atau dikenal dengan Unit Numbering System (UNS) adalah suatu sistem penomoran dimana sistem ini memberikan satu nomor rekam medis pada pasien berobat jalan maupun pasien rawat inap dan gawat darurat serta bayi baru lahir. Setiap pasien yang pertama kali berkunjung ke rumah sakit atau puskesmas akan mendapatkan nomer yang akan digunakan pada kunjungan selanjutnya dan seterusnya.

Kelebihan menggunakan  sistim ini adalah  informasi klinis dapat berkesinambungan karena semua data dan informasi mengenai pasien dan pelayanan yang diberikan berada dalam satu folder. Kekurangannya yaitu pelayanan pendaftaran pasien yang pernah berkunjung atau sebagai pasien lama akan lebih lama dibanding cara SNS.

c.       Pemberian nomor secara seri unit

Pemberian nomor cara seri unit atau dikenal Serial Unit Numbering System (SUNS) adalah suatu sistem pemberian nomor dengan cara penggabungan sistem seri dan sistem unit. Dimana setiap pasien datang berkunjung ke rumah sakit atau puskesmas diberikan nomor baru dengan dokumen rekam medis baru. Kemudian setelah selesai pelayanan, berdasarkan nomor rekam medis pada dokumen rekam medis tersebut dicari di KIUP untuk memastikan pasien tersebut pernah berkunjung atau tidak. Bila ditemukan dalam KIUP berarti pasien tersebut pernah berkunjung dan memiliki dokumen rekam medis lama. Selanjutnya dokumen rekam medis lama dicari di filing, setelah ditemukan dokumen rekam medis baru dan lama dijadikan satu, dan yang menjadi patokan nomor rekam medis adalah nomor yang lama. Sedang nomor baru diberikan lagi ke pasien yang lain.

Kelebihan sistem ini yaitu pelayanan menjadi lebih cepat karena semua pasien dianggap pasien baru. Sedangkan kekurangannya yaitu, petugas menjadi lebih repot setelah selesai pelayanan, informasi klinis menjadi tidak berkesinambungan.

 


 

2.3 PENAMAAN PASIEN

Sistem penamaan adalah tata cara/cara penulisan nama seseorang/pasien untuk membedakan satu pasien dengan pasien lainnya,sehingga memudahkan dalam pengambilan rekam medis di tempat penyimpanan berkas apabila diperlukan sewaktu waktu.

Penulisan nama pasien di setiap formulir rekam medis sangat penting, yaitu agar tidak terjadi kesalahan dalam pelayanan rekam medis. Misalnya kasus tertukarnya bayi, dapat terjadi karena tercantum nama ibunya yang salah.  Prinsip utama yang harus ditaati oleh petugas penerimaan pasien adalah nama pasien ditulis lengkap, minimal terdiri dari dua suku kata. Sehingga penulisan nama akan tertulis dengan beberapa alternatif diantaranya, yaitu :

1. Hanya nama pasien sendiri, apabila nama sudah terdiri dari satu kata atau lebih

2. Nama pasien sendiri dilengkapi nama suami, apabila pasien sudah mempunyai suami

3. Nama pasien sendiri dilengkapi dengan nama orang tua (biasanya nama ayah)

Dalam penulisan nama pasien maka sebaiknya :

1.      Nama ditulis dengan huruf cetak dan mengikuti ejaan yang disempurnakan

Tujuannya adalah agar penulisan nama dapat terbaca serta penulisan ejaannya sama/seragam sesuai dengn EYD, sehingga akan memudahkan dalam mengindeks serta penyimpanan

2.      Sebagai pelengkap

·         bagi pasien perempuan diakhiri nama lengkap ditambah Ny.

·         bagi yang sudah menikah atau Nn. apabila belum menikah.

Tujuannya adalah agar dapat dengan mudah membedakan status dari pasien perempuan

3.      Perkataan Tuan, Saudara, Bapak, tidak dicantumkan dalam penulisan nama pasien

            Tujuannya adalah agar ada keseragaman dan kesamaan dalam pelayanan atau menghilangkandiskriminasi dalam pelayanan karena Tuan, Saudara, Bapak tidak menunjukkan status tetapibiasanya hanya sebagai pembedaan status sosial, dan dalam pelayanan tidak akan membedakan status sosial pasien mau kaya atau miskin, bawahan atau atasan sebaiknya pelayanan tetap sama.

   Cara Penulisan

Adapun cara penulisan adalah sebagai berikut:

1)        Nama Orang Indonesia

 a)        Nama orang Indonesia yang mempunyai nama keluarga, diindeks menurut kata akhir (nama keluarga) sebagai kata pengenal diikuti tanda koma, baru kemudian namanya sendiri. Contoh : Suwito Dipokusumo  -> Dipukusumo,Sumitro

b)        Nama orang Indonesia yang majemuk

 Contoh : Soni Sutopo -> Soni Sutopo

 c)        Nama orang Indonesia yang mempunyai suku, marga diindeks menurut suku/marga tersebut.

 Contoh : Endra Herlambang - Herlambang,Endra

 2)        Nama Wanita

 a)        Nama yang menggunakan nama ayahnya diindeks dengan nama ayahnya.

 Contoh : Siti Matovani-Matovani,Siti

 b)        Wanita yang bersuami diindeks dengan nama suaminya.

Contoh : Astuti Suharno -Suharno,Astuti

c)        Untuk membedakan nama wanita yang bersuami dengan wanita yang sudah bersuami, dibelakang nama dituliskan Nn. Atau Ny. dalam tanda kurung.

 Contoh : Ny. Astuti Suharno -Suharno, Astuti (Ny), Nn. Anita Utami-Utami, Anita (Nn)

3)        Nama Bayi Bayi binti (Nn) bila orangtua beragama Islam. Sitompul,bayi bila orangtua bayi beragama Kristen/Katholik.

4)        Petunjuk Silang Penunjuk silang ialah alat penunjuk dari indeks yang tidak dipergunakan kepada indeks yang dipakai atau penunjuk hubungan antara indeks yang dipakai dengan indeks lainnya yang juga dipakai.Salah satunya penunjuk langsung dan menggunakan kata ”lihat” atau tanda “X” alias/ samaran ditunjukkan kepada nama yang sebenarnya.

Contoh : Usro alias Edi - Edi lihat Usro atau Edi X Usro

 5)        Nama Orang Eropa Nama keluarga orang Eropa terletak di bagian akhir.

Contoh : Christian Van Mook - Van Mook, Christian

6)        Nama Orang Arab Contoh : Mohammad bin Wijayanto -  Wijayanto, Mohammad bin 7)        Nama India, Jepang atau Thailand Nama keluarga terletak dibagian depan maka penulisannya tidak mengalami perubahan.

 Contoh : Kim Ju Sung- Kim Ju Sung

8)        Nama Rohani

 Contoh : FX. Suharjo - Suharjo, FX Haji Amirudin Makhmud - Makhmud, Haji Amirudin

9)        Gelar-Gelar

a)         Gelar Bangsawan

 Contoh : RA Kartini - Kartini, RA

b)             Gelar-gelar di Sumatera Barat

 Contoh : Rusli Datuk Tumenggung -  Rusli Datuk Tumenggung.

c)         Gelar Kesarjanaan

 Contoh : KRT. Sudiro Prapto, MSc -  Prapto, KRT. Sudiro (MSc)

d)         Pangkat dan Jabatan

Contoh : Gubernur Hery Zudianto - Hery Zudianto (Gubernur)


 

2.4  MASTER INDEX PATIENT

            Indeks adalah petunjuk yang memberikan referensi kepada penggunanya yang berfungsi untuk mengolah data. Indeks dapat dibuat dengan format kertas (manual) ataupun dengan media elektronik. Master indeks patient sering juga disebut dengan indeks utama pasien yang dimuat dalam bentuk kartu yang disebut Kartu Indeks Utama Pasien (KIUP). Berfungsi sebagai referensi identitas utama pasien yang wajib dibuat dalam setiap bentuk pelayanan kesehatan.

            Dibuat pertama kali saat pasien mendaftar di sarana pelayanan kesehatan. Kartu ini juga berfungsi saat pasien tidak membawa kartu identitas tetapi dengan ini maka pasien tersebut masih dapat dikenali dengan baik. Dan indeks pasien dicetak sesuai dengan kebijakan yang ada pada pelayanan kesehatan tersebut.

a.       Pengertian Master Indeks Patient: yaitu daftar permanen yang mengandunf nama semua oasien yang pernah dilayani dan terlayani di fasilitas kesehatan terkait.

b.      Kegunaan Master Indeks Patient: kunci untuk petunjuk letak rekam medin dalam jajaran file, sehingga Indeks utama pasien unit terpenting dalam kerja rekam medis, klinik maupun pusat kesehatan masyarakat.

c.       Tanggung jawab pelaksanaan:

·         Kepala TP2RJ bertanggung jawab atas kegiatan pengisian indeks utama pasien saat pasien mendaftar pertama kalinya di rumah sakit/ puskesmas

·         Petugas yang ditunjuk oleh Kepala TP2RJ melaksanakan pengisian indeks pasien sesuai dengan petunjuk yang telah ditetapkan.

·         Indeks Pasien diperbaharui bila ada perubahan setiap pasien datang ke pendaftaran.

d.      Elemen Data dalam Indeks Utama Pasien

Dalam setiap pelayanan kesehatan memiliki variasi, tetapi secara garis besar berisi:

·         Nama lengkap adalah nama pasien yang melekat pada identitas diri pasien

·         Alamat lengkap adalah alamat tinggal sesuai dengan e-KTP

·         Nomor Rekam Medis adalah nomor yang sesuai dengan nomor yang digunakan untuk menjajar rekam medisnya.

·         Tempat dan Tanggal lahir adalah tempat lahir, hari, bulan dan tahun kelahiran pasien (usia), bila pasien memiliki nama sama maka tanggal lahir bisa menjadi informasi tambahan untuk identifikasi nomor pasien dan untuk mencari berkasnya.

·         Jenis Kelamin adalah jenis kelamin pasien laki-laki atau perempuan

·         Nama orang tua adalah nama orangtua kandung pasien

·         Informasi identifikasi lain yang dapat membantu menentukan identitaspasien adalah nama yang dapat mewakili pasien secara hukum/ nama diri ibu, surat jaminan sosial lain.

Serta dapat juga menambahkan informasi berikut dalam indeks pasien:

·         Tanggal masuk dan keluar rawat

·         Hasil (hidup atau meninggal)

·         Nama dokter yang merawat

e.       Model Indeks Utama Pasien

·         Manual: memudahkan penemuan kembali jika menggunakan model ini.

·         Elektronik: petugas registrasi pendaftaran memasukkan database pasien baru dalam aplikasi sistem informasi di komputer. Jika pasien belum memili maka petugas pendaftaran mengumpulkan informasi demografis pasien dan sistem secara otomatis membuat pendaftaran baru serta nomor rekam medis baru.

f.       Informasi dalam Indeks Utama Pasien: berupa identitas sosial pasien yang memudahkan  untuk mencari nomor rekam medis pasien contohnya nama. Sedangkan usia, jenis kelamin, domisili pasien igunakan untuk manajeman menetapkan komunitas dan populasi pasiennya.

g.      Alur indeks utama pasien

·         Petugas pendaftaran akan membuat slip pendaftaran untuk semua pasien masuk rawat ke unit rekam medis secara harian.

·         Dicek dalam in-house file sudah pernah dirawat/ belum (bila belum dibuat IUP).

·         Setelah pasien pulang rawat, IUP diisi tgl keluar, bila pasien meninggal ditulis tinta warna merah.

h.      Metode penjajaean IUP

·         Alfabetis:

IUP ditata dalam jajaran seperti lazimnya urut kata dalam kamus, huruf abjad diurut berdasarkan nama keluarga (marga, nama pertama), yang diikuti oleh nama diri pasien, kemudian nama tengah ( bila ada). Bila nama pasien nama keluarga sama disusun urut abjad nama diri pasien. Bila nama diri juga sama, maka diurut menurut tanggal lahir, usia yang lebih tua diletakkan mendahului usia yang lebih muda.Bila nama keluarga dan nama diri ditulis dengan inisial, maka terapkan “Rule”file nothing before something”.

·         Phonetic (fonetik):

Pada sistem penjajaran atas dasar fonetic, IUP dijajarkan atas dasar huruf pertama dari nama keluarga, yang diikuti oleh lafal bukan oleh ejaan. Dengan demikian nama keluarga dengan lafal sama walau ejaan berbeda disatukan dalam jajaran yang sama.

·         Sistem Fonetik ”SOUNDEX”

Bentuk penjajaran fonetik (phonetic filing) yang dikembangkan oleh

Remington Rand, Sistem SOUNDEX, alfabet Inggeris, kecuali huruf hidup a,e,i,o dan u beserta huruf w,h dan y, yang tidak dikode, ada 6 huruf kunci dengan kode 3 digit angka yang sesuai.

Aturan SOUNDEX filling adalah

Ø  Huruf pertama dari nama keluarga tidak diberi kode, namun difungsikan sebagai PREFIX dari nomor kode tiga digit. Contoh menjajarkan nama Wong

W= Prefix, tidak dikode

O = huruf hidup, tidak dikode

N = 5 ( huruf kunci)

G = 2 ( ekuivalen dengan c)

Ø  Bila satu nama keluarga terdiri dari huruf di luar tiga huruf yang terkode (w,h,y), maka ditambah angka nol (0) di belakang huruf yang dimaksud sampai menjadi 3 digit. Contoh nama Wong menjadi W-520

Ø  Bila satu nama keluarga terdiri lebih dari tiga huruf yang berkode, yang dikode hanya 3 huruf yang di depan agar sesuai dengan kode 3 digit, huruf lainnya diabaikan saja. H- 513

Ø  Ejaan nama yang tidak memiliki huruf yang dapat diberi kode diberi nomor kode O. Contoh Liu dikode L-000

Ø  Ejaan nama dengan 2 huruf kunci urutan yang setara seperti pada ejaan Dinwiddie, maka diberi kode sebagai satu huruf. Contoh Dinwiddie kode D-530

Ø  Bila huruf kunci beserta huruf yang setara muncul bersamaan pada nama keluarga, maka dikode juga sebagai satu huruf. Huruf runtun setara dikode sebagai satu huruf. Contoh Campbell dikode C-514

Ø  Bila huruf yang mengikuti huruf pertama pada nama keluarga adalah huruf setara, huruf kedua jangan diberi kode. Contoh Schultz dikode S-432

Ø  Bila huruf hidup a,e,i,o,u atau y dipisahkan oleh kata kunci yang sama, atau kata kunci yang setara maka masing-masing huruf tersebut dikode. Namun bila dipisah oleh huruf h atau w maka dipisahkan kata kuncinya atau satu kata kunci beserta kata setaranya dan yang dikode hanya kata kuncinya. Contoh Tsukuno di kode T-225. Sistem SOUNDEX tidak digunakan pada indeks pasien manual, namun sering digunakan pada sistem komputer.

i.        Ukuran Format Indeks Utama Pasien

Ukuran umum kartu indeks adalah 3 x 5 inci (7.5 x 12.5 cm) bisa berubah ukuran sesuai dengan informasi yang dimuat. Kartu harus bersifat kuat, tidak mudah rusak, robek atau yang lain karena indeks pasien adalah file permanen.

 


 

BAB III

PENUTUP

3.1  KESIMPULAN

Sistem ialah satu kesatuan usaha yang terdiri dari berbagai elemen / bagianbagian

yang berkaitan secara teratur dan berusaha mencapai suatu tujuan dalam suatu

lingkungan. Dari definisi ini, telah dicoba diuraikan sistem dan analisis sistem,

sebagai contoh diambil Sistem Pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Untuk analisa sistem, telah dicoba dibuat analisis normalnya dari Sistem

Pelayanan Puskesmas, Penentuan Masalah, Tujuan dan Penentuan kegiatan.

Walaupun tidak dilakukan secara kesuluruhan, namun dari beberapa gambar dan

contoh yang dianalisis telah membuat kami mengerti dan memahami prinsip-prinsip

sistem dan analisannya terutama sistem pelayanan puskesmas.

 

3.2  SARAN

Adapun saran yang inginpenulissampaikanadalah:

1.      Sebagairumahsakitpelayanansekaligusrumahsakitberpendidikan  bertipe A RumahSakitUmum Pusat Dr.Sardjito Yogyakarta denganApikes Citra Medika Surakarta hendaknyadapatmeningkatkankerjasama dan memeliharahubunganbaik yang selamainitelahterjalin

2.      Kedepannyadiharapkantidakhanyakunjungansajatetapijugatempat  prakteklapangan dan tempatmaganguntukmahasiswaApikes Citra Medika Surakarta.

 


 

DAFTAR PUSTAKA

Bambang,Shofari.PSRK 01,2002. Buku 1 Modul PembelajaranPengelolaanRekamMedis dan DokumentasiRekamMedis.Surakarta

 

Hernawati, E. 2010. SistemInformasi Rawat Jalan Pada RSUD Karanganyar, Skripsi, Surakarta: JurusanFakultasMatematika Dan IlmuPengetahuanAlam, Universitas SebelasMaret Surakarta.

 

Indrawan, D. 2013. RancanganSistemInformasiPelayananPendaftaranPasien Rawat Jalan Berbasis Web Di PuskesmasMranggen III Demak, Skripsi,Semarang: Jurus

 

Nabil. 2012. PerancanganSistemInformasi Rawat Jalan Pada PuskesmasGemuh 01 Kendal, Skripsi, Semarang: Program StudiSistemInformasiFakultasIlmuKomputer Universitas Dian Nuswantoro Semarang.

 

Oktarianimochi, 2015. Sistimpenomoranrekammedis.        https://oktarianimochi.wordpress.com/2015/07/11/sistem-penomoran-rekam-medis/ (diakses pada 11 juli 2015)

 

Sataloff, R. T., Johns, M. M., &Kost, K. M. (n.d.). ManajemenMutuInformasi Kesehatan II: AkreditasiMaanajemenResiko.

 

Sataloff, R. T., Johns, M. M., &Kost, K. M. (2017). ManajemenInformasi Kesehatan II: Sistem dan Sub SistemPelayanan RMIK.

 

Tominanto, 2012, RancangBangunSistemInformasiPendaftaranPasien Rawat Jalan Melalui Sort Message Service (SMS) Di RumaSakitPku Muhammadiyah Surakarta, Jurnal, Volume 2 Nomor 1 April 2012

 

 

 

 

 

SOAL

PILIHAN GANDA

 

1. Berikut ini yang termasuk ke dalam tindak lanjut pasien dalam buku pelayanan rawat jalan, kecuali...

a. Pulang

b. Tidakdi layani

c. Dirujuk

d. Dirawat

 

2. Dalam buku registrasi pendaftaran pasien rawat inap, terdapat beberapa cara penerimaan pasien. Bila pasien masuk dari instalasi gawat darurat, maka keterangan yang dipilih adalah ...

a. InstalasiGawatDarurat

b. TP2RI

c. Unit rawatjalan

d. Unit rawatinap

 

3. Bila seorang pasien datang kesebuah rumah sakit baru karena petunjuk dari dokter dari rumah sakit lama maka dalam buku registrasi pendaftaran pasien rawat inap, keterangan yang tepat untuk dipiliha dalah…

a. Dr. Spesialis

b. Datangsendiri

c. Puskesmas

d. RS lain

 

4. Jika seorang pasien telah dikatakan sembuh oleh dokter maka keterangan cara pasien keluar  RS dalam buku registrasi pelayanan pasien rawat inap adalah

a. Pulangpaksa

b. Pulang

c. Pindahke RS lain

d. Ke RS lebihtinggi

 

5. Seorang pasien lama, datang kembali ke sebuah rumah sakit untuk memeriksakan diri maka dalam buku  register pelayananpasienrawatjalanketeranganuntukjeniskunjungan yang dipilihadalah……

a. Baru

b. Cepat

c. Ulang

d. Lama

 

6. Apabila seorang calon pasien akan menjalani rawat jalan di sebuah rumah sakit, maka keterangan untuk cara pembayaran yang harus dipilih adalah

a. Kontrak

b. JKN/BPJS

c. Membayar

d. Asuransi

 

7.Cara pembayaran yang paling umum dan banyak digunakan di rumah sakita dalah.....

a.       JKN/BPJS

b.      Asuransi

c.       Kontrak

d.      Membayar

 

8. Kartu yang berfungsi sebagai alat pelacak data pasien dan sarana komunikasi antar bagian dalam pelayanan kesehatan pasien dinamakan....

a.       Formulir data dasarpasien

b.      KIB

c.       Salahsemua

d.      KIUP

 

9. Jika terdapat seorang pasien wanita muda, maka dalam penulisan nama pasien tersebut ditambahkan pelengkap yaitu

a. Tn

b. Nn

c. salahsemua

d. Ny

 

10. Berapakah jumlah dari model indeks utama pasien

a. Lima

b. Satu

c. Empat

d. Dua

 

ESSAY

1. Jelaskan mengenai kegunaan master indeks patient!

Jawaban :

Master indeks patient berguna dalam menemukan kunci untuk petunjuk letak rekam medis dalam jajaran file, sehingga Indeks utama pasien unit terpenting dalam kerja rekam medis, klinik maupun pusat kesehatan masyarakat.

 

2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pemberian nomor secara seri unit!

Jawaban :

Pemberian nomor cara seri unit atau dikenal Serial Unit Numbering System (SUNS) adalah suatu system pemberian nomor dengan cara penggabungan system seri dan sistem unit. Dimana setiap pasien datang berkunjung ke rumah sakit atau puskesmas diberikan nomor baru dengan dokumen rekam medis baru. Hal ini berguna jika seorang calon pasien datang kesebuah rumah sakit dapat dipastikan secara pasti apakah pasien tersebut pernah berkunjung atau tidak..

 

3. Penulisan nama pasien harus lengkap minimal terdiri dari dua kata,  maka dari itu, terdapat beberapa alternative penulisan nama pasien. Sebutkan !

 

Jawaban :

a. Hanya nama pasien sendiri, apabila nama sudah terdiri dari satu kata atau lebih

b. Nama pasien sendiri dilengkapi nama suami, apabila pasien sudah mempunyai suami

c. Nama pasien sendiri dilengkapi dengan nama orang tua (biasanya nama ayah).

4. Jelaskan mengenai pengertian dari registrasi!

Jawaban:

Registrasi yaitu suatu pengumpulan data identifikasi seorang pasien berisi tentang administrasi yang ada dalam rekam medis. Dilakukan nya registrasi bertujuan untuk memeudahkan seorang perekam medis untuk melakukan pengolahan data dalam menghitung jumlahnya pasien, jenis pasien , serta memudahkan dalam system pembayaran. Registrasi dapat dilakukan dengan menggunakan dua cara yaitu dengan cara manual dan elektronik.

5.  Jelaskan tujuan dibuat nya buku registrasi pelayanan rawat jalan

Jawaban :

Tujuanbukuregistrasipelayananrawatjalanyaitu untuk memperoleh informasi mengenai identitas pasien, cara kunjungan, asal pasien,keadaan pasien, cara pembayaran dari setiap pasien rawat jalan yang dilayani, di unit pelayanan Kesehatan.

 

UNTUK DOWNLOAD PPT KLIK DISINI
UNTUK DOWNLOAD PDF KLIK DISINI

Dosen : Fita Rusdian Ikawati,  SE, MM

Nama : Ridha Fiky Amalia
NIM   : 205116
Prodi  : DIII RMIK

#prodirekammedis #prodirmik #rmik.soepraoen #itskrsdrsoepraoen #poltekesrsdrsoepraoen #rekammedis #rekammedisindonesia #pormikimalang #rmik

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

OOTD HIJAB

Hijab (bahasa Arab حجاب ‎, ħijāb ) adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti "penghalang atau penutup". Hijab adalah segala ha...